![]() |
Aktivitas di Pasar Kedungadem, Bojonegoro, yang tetap ramai meski malam telah larut(Sumber: FB Shohib) |
Penapencerah.com- Pasar tradisional adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial. Gambar ini menampilkan suasana pasar yang hidup, meski malam telah larut. Dalam kesederhanaannya, pasar tradisional menyimpan nilai-nilai luhur yang berlandaskan pada kejujuran dan keberkahan.
Islam sangat menekankan pentingnya aktivitas jual beli yang jujur dan adil. Rasulullah SAW bersabda:
"Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa aktivitas perdagangan yang dilandasi kejujuran memiliki nilai ibadah yang tinggi. Pasar tradisional, dengan interaksi langsung antara penjual dan pembeli, memberikan ruang bagi praktik jual beli yang penuh dengan kepercayaan dan kejujuran.
Namun, di tengah maraknya pasar modern dan platform digital, pasar tradisional menghadapi tantangan besar. Kurangnya kebersihan, tata kelola yang belum optimal, serta daya tarik visual yang kalah bersaing menjadi tantangan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, revitalisasi pasar tradisional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman sangat penting.
Masyarakat dan pemerintah perlu bersinergi dalam menjaga eksistensi pasar tradisional. Pembinaan kepada pedagang agar memahami etika jual beli dalam Islam, peningkatan kebersihan, serta promosi berbasis digital bisa menjadi langkah strategis agar pasar tradisional tetap hidup dan diminati.
Pasar tradisional bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, kepercayaan, dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita lestarikan pasar tradisional sebagai warisan ekonomi yang bernilai ibadah dan berlandaskan kejujuran.
Posting Komentar