Tanda-Tanda Kematian Menurut Islam
![]() |
Ilustrasi (www.pexels.com) |
Pena Pencerah - Kematian adalah suatu kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Allah swt berfirman dalam Al-Qur'an:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (QS. Ali Imran [3]: 185)
Kematian adalah rahasia Allah swt, namun dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa sebelum ajal tiba, seseorang akan merasakan tanda-tanda tertentu. Tanda-tanda ini merupakan bentuk kasih sayang Allah agar manusia bisa bersiap menghadapi akhirat dengan husnul khatimah.
Para ulama membagi tanda-tanda kematian menjadi tiga kategori: Tanda Jauh, Tanda Dekat, dan Tanda Sangat Dekat.
1. TANDA JAUH (Beberapa Bulan hingga Tahun Sebelum Kematian)
Tanda-tanda ini umumnya tidak disadari karena bersifat halus, tetapi bagi orang yang memiliki kepekaan spiritual, tanda-tanda ini bisa menjadi peringatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Di antara tanda-tandanya adalah:
a. Menurunnya Semangat terhadap Urusan Dunia
Orang yang akan meninggal dalam waktu dekat cenderung kehilangan minat pada hal-hal duniawi. Hatinya lebih condong kepada amal ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, dan berusaha memperbaiki hubungan dengan sesama.
b. Bertambahnya Kecintaan kepada Ibadah
Mereka yang mendekati ajal biasanya lebih khusyuk dalam salat, lebih tekun dalam berzikir, dan lebih bersungguh-sungguh dalam berbuat baik.
c. Berkurangnya Nafsu Makan
Beberapa orang mengalami penurunan nafsu makan tanpa sebab yang jelas. Ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa tubuhnya mulai mempersiapkan diri untuk berpisah dengan dunia.
2. TANDA DEKAT (Beberapa Minggu hingga Hari Sebelum Kematian)
Tanda-tanda ini lebih nyata dan sering kali disadari oleh keluarga atau orang terdekat. Di antara tanda-tandanya adalah:
a. Perasaan Tenang dan Pasrah
Orang yang mendekati ajalnya biasanya tampak lebih tenang, sabar, dan ikhlas. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai." (QS. Al-Fajr [89]: 27-28)
b. Perubahan Kebiasaan
Beberapa orang yang akan wafat mulai menunjukkan perilaku berbeda, seperti:
Sering membicarakan kematian.
Memberikan nasihat terakhir kepada keluarga.
Menyampaikan permintaan maaf atau wasiat kepada orang-orang terdekat.
c. Mimpi-Mimpi tentang Kematian
Sebagian orang bermimpi bertemu orang yang telah meninggal atau melihat dirinya berada di tempat yang asing. Mimpi-mimpi ini kerap kali dianggap sebagai isyarat bahwa ajal semakin dekat.
3. TANDA SANGAT DEKAT (Beberapa Jam hingga Menit Sebelum Kematian)
Tanda-tanda ini terjadi tepat sebelum ajal tiba dan sangat jelas terlihat. Di antaranya adalah:
a. Keluarnya Keringat di Dahi
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِينِ
"Sesungguhnya seorang mukmin akan meninggal dengan keluarnya keringat di dahinya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Tanda ini menunjukkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan beriman akan merasakan kemudahan dalam sakaratul maut.
b. Pandangan Kosong dan Tatapan ke Atas
Orang yang mendekati ajalnya biasanya menatap ke atas dengan pandangan kosong, seolah melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.
c. Kaki dan Tangan Menjadi Dingin
Ketika aliran darah mulai berhenti, tubuh terasa dingin, terutama di bagian kaki dan tangan.
d. Nafas yang Tidak Beraturan
Menjelang wafat, napas menjadi pendek, tersengal-sengal, atau bahkan berhenti sejenak sebelum menghembuskan nafas terakhir.
4. PERSIAPAN MENGHADAPI KEMATIAN
Mengetahui tanda-tanda kematian seharusnya tidak membuat kita takut berlebihan, melainkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal shalih. Rasulullah saw memberikan beberapa panduan menghadapi kematian:
a. Memperbanyak Taubat dan Istighfar
Taubat yang sungguh-sungguh akan menghapus dosa dan menenangkan jiwa. Rasulullah saw bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak seratus kali." (HR. Muslim)
b. Menjaga Salat dan Ibadah Rutin
Salat adalah tiang agama dan ibadah pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Memperbaiki salat menjadi kunci keselamatan di akhirat.
c. Menyambung Silaturahmi dan Meminta Maaf
Memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan tetangga adalah bagian penting dari persiapan kematian.
d. Membiasakan Dzikrullah
Zikir memperkuat iman dan mendatangkan ketenangan batin. Dalam hadis disebutkan:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Barang siapa yang akhir ucapannya adalah 'La ilaha illallah' maka ia akan masuk surga." (HR. Abu Dawud)
5. BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH
Rasulullah saw bersabda:
لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ
"Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah." (HR. Muslim)
Memiliki prasangka baik kepada Allah menunjukkan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
PENUTUP
Tanda-tanda kematian adalah pengingat bagi setiap Muslim untuk selalu memperbaiki amal ibadah dan menjaga hati agar selalu bersih. Dengan memahami tanda-tanda ini, kita diharapkan bisa lebih siap menghadapi kematian dengan husnul khatimah.
Semoga Allah swt memberikan kita kehidupan yang penuh berkah dan mengizinkan kita menghadap-Nya dalam keadaan beriman dan beramal shalih. Aamiin.(Oleh: Samsul Arifin*)
Posting Komentar