Puasa Setengah Hari untuk Anak: Latihan atau Tradisi yang Perlu Dikaji?

 Puasa Setengah Hari untuk Anak: Latihan atau Tradisi yang Perlu Dikaji?

Ilustrasi (www.pexels.com)

Penapencerah-Meskipun anak-anak belum diwajibkan berpuasa karena belum baligh, Rasulullah saw menganjurkan para sahabat untuk melatih anak-anak mereka berpuasa sejak dini agar terbiasa saat dewasa.

Dalam hadis dari Rubayyi’ binti Mu'awwidz radhiyallahu 'anha, ia berkata:

"Kami berpuasa pada hari Asyura, dan kami juga menyuruh anak-anak kami berpuasa. Kami membuatkan untuk mereka mainan dari bulu domba, lalu jika mereka menangis meminta makanan, kami berikan mainan itu kepada mereka hingga datang waktu berbuka." (HR. Bukhari No. 1960, Muslim No. 1136)

Hadis ini menunjukkan bahwa meskipun anak-anak tidak diwajibkan berpuasa, mereka diajari dan dilatih untuk berpuasa sesuai kemampuan mereka.

Dalil tentang Kewajiban Puasa bagi yang Baligh

Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, salah satunya adalah mencapai usia baligh. Hal ini berdasarkan firman Allah swt:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(QS. Al-Baqarah: 183)

Anak-anak yang belum baligh tidak termasuk dalam kewajiban ini. Namun, mengajarkan mereka untuk berpuasa secara bertahap, termasuk dengan metode puasa setengah hari, dapat menjadi langkah pendidikan yang baik selama tidak memberatkan mereka.

Jadi Dalil-dalil ini menegaskan bahwa meskipun tidak ada konsep puasa setengah hari dalam syariat sebagai bentuk ibadah yang sah, praktik ini dapat menjadi metode yang efektif untuk melatih anak-anak berpuasa sebelum mencapai usia baligh. Hal ini selaras dengan tuntunan Rasulullah saw yang mendorong pembiasaan ibadah sejak dini. (Oleh: Amizy Nova Airul Ayunda Kurniawan*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama