Menanam Empati Melalui Takjil: Pelajaran Berharga dari Anak-Anak Khazanah Ilmu


Salah satu swa kelas VI Yayasan Khazanah Ilmu dengan penuh semangat membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan (penapencerah.com)

Penapencerah.com- Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial. Hal ini ditunjukkan dengan sangat indah oleh siswa kelas VI dan anak-anak PG-TK di bawah naungan Yayasan Khazanah Ilmu Waru Sidoarjo yang menggelar aksi berbagi takjil pada Jumat, 14 Maret 2025.

Sebanyak 300 paket takjil yang berisi kotak makan, jajanan, dan air minum dibagikan dengan penuh antusias. Anak-anak yang masih belia ini bersemangat menyapa pengguna jalan, pedagang, dan warga sekitar dengan senyuman hangat. Meski sederhana, aksi mereka menyentuh banyak hati.

Lebih dari sekadar membagikan makanan, kegiatan ini menanamkan nilai empati yang begitu penting dalam membentuk karakter anak. Mereka belajar bahwa berbagi bukan sekadar memberi, melainkan juga memahami bahwa di sekitar mereka ada orang-orang yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Empat titik lokasi yang dipilih — Perumahan Grand Royal Regency Wage, Perumahan Royal Mansion Masangan, Perumahan Taman Aloha Wage, dan Perumahan Istana Aloha — menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjangkau kalangan tertentu, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat luas.

Kepala Sekolah  SD Khazanah Ilmu, Muhammad Roji’i, M.Pd., (Hasil Wawancara Online 14/3/2025) menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya membangun karakter siswa yang peduli terhadap sesama. "Kami ingin anak-anak belajar bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa membawa dampak besar bagi orang lain," ujarnya.

Pelajaran berharga ini tak hanya berkesan bagi anak-anak yang terlibat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang menerima. Seorang warga yang menerima takjil mengungkapkan, "Melihat anak-anak ini berbagi dengan tulus benar-benar menyentuh hati. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang penuh kasih sayang."

Berbagi takjil mungkin tampak sederhana, namun di baliknya tersimpan pelajaran hidup yang sangat berharga. Kegiatan ini mengajarkan bahwa kepedulian tidak mengenal usia — bahkan anak-anak pun bisa menjadi agen kebaikan yang membawa perubahan positif bagi lingkungannya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama