Kenangan di Bawah Bayang Candi Prambanan

 Kenangan di Bawah Bayang Candi Prambanan

Para pesilat Perisai Diri Kedungadem memperagakan Teknik Toya di kawasan Candi Prambanan (Istimewa/Pena Pencerah)

Pena Pencerah - Candi Prambanan menjadi saksi bisu dari sebuah momen yang tak terlupakan. Dalam balutan seragam putih khas Perisai Diri, para pesilat berdiri gagah, tongkat kayu terangkat serempak di atas bahu. Gerakan mereka penuh harmoni, seolah menari di bawah langit Yogyakarta yang mendung.

Bagi mereka, ini bukan sekadar atraksi. Ini adalah kenangan yang akan melekat di benak — tentang persiapan panjang, latihan keras, dan kebersamaan yang tak ternilai. Setiap gerakan bukan hanya jurus, melainkan cerita tentang disiplin, kesabaran, dan persaudaraan yang terjalin erat.

Di sela-sela latihan yang melelahkan, tawa mereka pecah. Canda sederhana menjadi penghibur di tengah padatnya persiapan. Momen ini mengajarkan mereka bahwa seni bela diri bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang membangun kenangan yang kelak akan mereka kenang dengan senyum bangga.

Prambanan hari itu bukan hanya menjadi latar pertunjukan, melainkan panggung kenangan yang akan terus hidup di hati para pesilat Perisai Diri Kedungadem. (Oleh: Samsul Arifin*)



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama